Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) secara resmi melepas sebanyak 923 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Periode Agustus 2026. Program pengabdian masyarakat tersebut akan berlangsung mulai 29 Juli hingga 20 Agustus 2026 di Kabupaten Grobogan.
Prosesi pelepasan dipimpin oleh Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., bersama jajaran pimpinan universitas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta para dosen pendamping lapangan.
KKN Dilaksanakan di Empat Kecamatan Grobogan
Selama hampir satu bulan, ratusan mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di sembilan desa yang berada di empat kecamatan, yakni:
- Kecamatan Tanggungharjo
- Kecamatan Tegowanu
- Kecamatan Godong
- Kecamatan Gubug
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi secara langsung dalam mendukung pembangunan desa sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Berasal dari 15 Program Studi
Peserta KKN PPM 2026 berasal dari berbagai disiplin ilmu dengan total 15 program studi, yaitu:
- Teknik Mesin
- Rekayasa Elektro
- Arsitektur
- Rekayasa Sipil
- Informatika
- Teknologi Informasi
- Akuntansi
- Manajemen
- Agribisnis
- Keperawatan
- Kebidanan
- Kedokteran Gigi
- Kesehatan Masyarakat
- Pendidikan Kimia
- Pendidikan Matematika
Dari total peserta, terdapat 317 mahasiswa laki-laki dan 606 mahasiswa perempuan yang dibagi ke dalam 76 kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri atas 12 hingga 13 mahasiswa dari berbagai program studi.
Mahasiswa Diminta Memberikan Solusi bagi Masyarakat
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Program ini tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan, tetapi juga melatih mahasiswa bekerja sama lintas disiplin dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata sesuai kompetensi masing-masing selama berada di lokasi pengabdian.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap yang santun, menjunjung etika, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat setempat.
Pentingnya Koordinasi dengan Pemerintah Desa
Sekretaris Bidang Publikasi, HAKI, dan Penerbitan LPPM UNIMUS, Dr. Didik Sumanto, SKM., M.Kes. (Epid.), menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan menjadi faktor penting agar pelaksanaan KKN berjalan lancar.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan kepada mahasiswa selama menjalankan program pengabdian. Apabila terdapat kendala di lapangan, pihak LPPM siap melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Program Disesuaikan dengan Kebutuhan Masyarakat
Mahasiswa juga diimbau untuk mengenali kondisi desa sebelum menyusun program kerja. Pemetaan potensi wilayah, karakteristik masyarakat, serta berbagai persoalan yang dihadapi menjadi langkah penting agar kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat.
Selain menjalankan program utama, peserta KKN didorong untuk aktif mengikuti kegiatan masyarakat, termasuk memberikan edukasi di sekolah maupun berbagai kegiatan pemberdayaan warga.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan.
Wujud Komitmen UNIMUS dalam Pengabdian Masyarakat
Melalui pelaksanaan KKN PPM 2026, Universitas Muhammadiyah Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran 923 mahasiswa di Kabupaten Grobogan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa, sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membentuk lulusan yang profesional, berkarakter, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Sumber : 923 Mahasiswa UNIMUS Siap Mengabdi di Grobogan Lewat KKN PPM 2026