Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Info

Kebakaran Lahan Seluas 7 Hektare di Tembalang Hanguskan Satu Unit Campervan

Diterbitkan pada 16 Sep 2026

← Beranda
Kebakaran Lahan Seluas 7 Hektare di Tembalang Hanguskan Satu Unit Campervan

Kawasan Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mendadak mencekam pada Senin, 14 September 2026. Sebuah peristiwa kebakaran hebat melanda lahan kosong seluas kurang lebih 7 hektare yang terletak di perbatasan Kelurahan Kedungmundu dan Kelurahan Sendangmulyo. Kobaran api yang mengamuk sejak pagi hari tidak hanya menghanguskan semak belukar dan ilalang kering, tetapi juga merembet hingga membakar satu unit kendaraan campervan yang sedang terparkir di kawasan Gunung Santri, RT 02/RW 12, Ketileng. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga sekitar yang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan petugas tiba.

Kronologi Kejadian dan Kepanikan Warga

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melihat kemunculan kobaran api dari area lahan kosong di sebelah timur Balai RT 12. Kondisi cuaca yang sangat kering akibat puncak musim kemarau, dipadukan dengan hembusan angin kencang, membuat lidah api bergerak dengan sangat cepat merambat ke arah selatan menuju pemukiman warga di Gunung Santri.

Berdasarkan dokumentasi video dan foto di lokasi kejadian, api tampak berkobar sangat besar dengan kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke udara. Warga yang dilanda kepanikan tampak berjibaku memadamkan api secara swadaya menggunakan peralatan seadanya, mulai dari ember berisi air hingga selang air berukuran kecil. Di beberapa titik, penjalarang api bahkan nyaris mencapai pekarangan rumah warga, memaksa masyarakat dan aparat gabungan bekerja ekstra keras untuk melokalisasi api.

Aksi Sigap Petugas Damkar dan Evakuasi

Mendapati situasi yang semakin mengancam, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Dinas Pemadam Kebakaran serta Polsek Tembalang. Tim piket fungsi bersama Bhabinkamtibmas yang dipimpin oleh Pawas Iptu Dody Riyadi, S.H., bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 10.20 WIB, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu pemadaman awal bersama warga.

Tak lama berselang, dua unit armada mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Proses pemadaman berlangsung dramatis dan melelahkan. Petugas gabungan dari unsur pemadam kebakaran, kepolisian, dan dibantu oleh warga harus berjibaku selama hampir tiga jam lamanya. Berkat kesigapan dan kerja sama tim di lapangan, amukan si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan secara total pada pukul 13.00 WIB.

Kerugian Materil: Satu Unit Campervan Ikut Terbakar

Meskipun skala kebakaran sangat luas dan sempat mendekati area pemukiman padat penduduk, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam insiden tersebut. Kendati demikian, kebakaran hebat ini meninggalkan kerugian materil berupa terbakarnya satu unit campervan yang mengalami kerusakan parah pada bagian kabin saat terparkir di area kejadian. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti yang memicu munculnya titik api pertama kali.

Imbauan Kepada Masyarakat Menghadapi Musim Kemarau

Menanggapi insiden kebakaran lahan berskala besar ini, Kapolsek Tembalang Kompol Kristiyastuti Handayani, S.H., M.H., mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ekstra, khususnya selama musim kemarau berlangsung.

“Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi lahan yang kering dan angin kencang dapat membuat api cepat sekali merambat. Kami mengajak masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api,” tegas Kompol Kristiyastuti.

Pihak Polsek Tembalang bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mengedepankan langkah-langkah preventif serta edukasi kepada masyarakat guna menekan risiko terjadinya bencana kebakaran lahan susulan di wilayah hukum Kecamatan Tembalang dan sekitarnya.