Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Info

Pembunuh Mozza Ditangkap Saat Nonton Voli di Blora, Kasus Hilangnya Remaja Bergas Terungkap Setahun Kemudian

Diterbitkan pada 05 Sep 2026

← Beranda
Pembunuh Mozza Ditangkap Saat Nonton Voli di Blora, Kasus Hilangnya Remaja Bergas Terungkap Setahun Kemudian

Kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya menemukan titik terang setelah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Polisi berhasil mengungkap dugaan pembunuhan terhadap korban setelah kerangka Mozza ditemukan di kawasan lereng Jalan Tol Jangli, Tembalang, Kota Semarang.

Penemuan kerangka tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026). Jenazah korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung di area yang sebelumnya tidak banyak diketahui masyarakat sebagai lokasi pembuangan. Setelah proses penyelidikan dilakukan, aparat kepolisian kemudian berhasil mengidentifikasi pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian Mozza.

Pelaku yang diamankan polisi diketahui berinisial MDVA (22). Pria tersebut ditangkap oleh tim gabungan Resmob dan Satreskrim Polres Semarang ketika sedang berada di kampung halamannya, Blora, Jawa Tengah. Penangkapan dilakukan saat MDVA tengah menyaksikan pertandingan bola voli di Lapangan Voli Kalitengah, Kecamatan Banjarejo, pada Kamis malam (3/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pengungkapan kasus ini menjadi akhir dari penantian panjang keluarga korban yang sebelumnya mengalami ketidakpastian sejak Mozza dilaporkan hilang pada Juni 2025.

Jejak Digital Instagram Menjadi Petunjuk Penting Polisi

Salah satu kunci utama dalam pengungkapan kasus pembunuh Mozza ditangkap tersebut berasal dari jejak komunikasi digital korban. Polisi menemukan adanya bukti percakapan melalui akun Instagram Mozza yang masih terhubung dengan salah satu perangkat elektronik milik orang tua korban.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan bahwa informasi penting tersebut ditemukan melalui pemeriksaan perangkat elektronik keluarga korban. Dari percakapan yang tersimpan, penyidik menemukan adanya komunikasi terakhir korban dengan seseorang yang kemudian mengarah kepada dugaan keterlibatan pelaku.

Menurut polisi, bukti digital tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam mempersempit penyelidikan. Jejak komunikasi tersebut membantu aparat menghubungkan korban dengan sosok yang terakhir diketahui berinteraksi dengannya.

Dalam kasus kriminal modern, bukti elektronik seperti percakapan media sosial, rekam komunikasi, maupun aktivitas digital sering menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Namun, polisi tetap melakukan pendalaman dan pencocokan dengan berbagai alat bukti lain sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Mozza Dilaporkan Hilang Sejak Juni 2025

Sebelum kasus ini terungkap, Mozza Axillia Gunarsa sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya. Korban terakhir diketahui berpamitan dari rumah menuju kawasan sekitar Kodam pada Juni 2025.

Keluarga kemudian membuat laporan kehilangan setelah Mozza tidak kunjung kembali. Sejak saat itu, proses pencarian dilakukan, tetapi keberadaan korban belum berhasil ditemukan selama berbulan-bulan.

Kasus tersebut akhirnya mengalami perkembangan besar setelah polisi menemukan petunjuk baru yang mengarah kepada dugaan tindak pidana pembunuhan. Penyelidikan yang berlangsung panjang kemudian membawa aparat kepada identitas seseorang yang diduga memiliki hubungan dekat dengan korban.

Setelah dilakukan pengembangan informasi, polisi berhasil melacak keberadaan MDVA hingga ke wilayah Blora. Tim gabungan kemudian melakukan penangkapan tanpa perlawanan saat pelaku berada di sebuah lapangan voli.

Pelaku Mengaku Membunuh Korban Tiga Hari Sebelum Laporan Kehilangan

Dalam pemeriksaan awal, MDVA mengakui bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap Mozza pada 25 Juni 2025.

Waktu tersebut diketahui hanya berjarak sekitar tiga hari sebelum keluarga korban secara resmi membuat laporan kehilangan pada 28 Juni 2025.

Setelah melakukan aksinya, pelaku disebut membungkus jasad korban menggunakan karung. Jasad tersebut kemudian dibuang ke area lereng Tol Jangli, Tembalang, Semarang, lokasi yang akhirnya menjadi tempat ditemukannya kerangka korban lebih dari satu tahun kemudian.

Pengakuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk bagaimana peristiwa pembunuhan tersebut terjadi dan alasan pelaku melakukan tindakan tersebut.

Motif Pembunuhan Mozza Masih Didalami Polisi

Meskipun pelaku telah berhasil diamankan, motif utama di balik pembunuhan Mozza masih menjadi bagian yang terus didalami oleh kepolisian.

Kasat Reskrim PPA-PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti turut membenarkan bahwa identitas pelaku telah sesuai dengan bukti dan informasi yang diperoleh penyidik dari Polres Semarang.

Namun, hingga saat ini aparat belum menyampaikan secara rinci mengenai alasan MDVA melakukan tindakan tersebut terhadap korban.

AKP Bodia Teja Lelana mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap latar belakang kejadian. Polisi ingin memastikan seluruh fakta dalam perkara tersebut sebelum memberikan keterangan lebih lengkap kepada publik.

Pendalaman motif menjadi bagian penting dalam proses hukum karena dapat menjelaskan hubungan antara pelaku dan korban, faktor yang melatarbelakangi tindakan tersebut, serta kronologi lengkap sebelum hingga setelah kejadian.

Penangkapan Mengakhiri Misteri Panjang Kasus Mozza

Keberhasilan polisi menangkap pembunuh Mozza menjadi perkembangan besar dalam kasus yang selama ini menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban dan masyarakat.

Kasus hilangnya Mozza yang berlangsung selama lebih dari satu tahun menunjukkan bahwa proses penyelidikan perkara kriminal membutuhkan waktu, terutama ketika korban belum ditemukan dan bukti awal masih terbatas.

Dalam pengungkapan kasus ini, kombinasi antara penyelidikan lapangan dan analisis bukti digital menjadi faktor penting. Percakapan media sosial yang ditemukan dari perangkat keluarga korban membantu membuka kembali arah penyidikan hingga akhirnya polisi menemukan dugaan pelaku.

Kini, MDVA harus menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi masih akan melanjutkan penyidikan guna mengungkap seluruh fakta mengenai kasus tersebut.

Masyarakat masih menunggu perkembangan berikutnya, terutama terkait motif pembunuhan dan detail kronologi kejadian yang menyebabkan Mozza kehilangan nyawa.

Dengan tertangkapnya pelaku, kasus yang sebelumnya menjadi misteri panjang akhirnya mulai menemukan jawaban. Meski demikian, proses hukum masih berjalan dan aparat kepolisian akan terus melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara jelas.