Info Tembalang
Pendidikan

Peneliti FK UNDIP Bergabung dalam World Diet Initiative, Kolaborasi 12 Negara Teliti Pola Makan Tradisional

Diterbitkan pada 29 Jul 2026

← Beranda
Peneliti FK UNDIP Bergabung dalam World Diet Initiative, Kolaborasi 12 Negara Teliti Pola Makan Tradisional

Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui keterlibatan salah satu dosen dan peneliti dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran dalam sebuah kolaborasi riset global mengenai pola makan tradisional.

Adriyan Pramono, S.Gz., M.Si., Ph.D., menjadi salah satu penulis artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Nature Medicine. Publikasi tersebut menandai peluncuran World Diet Initiative (WDI), sebuah program penelitian yang melibatkan ilmuwan dari 12 negara untuk mendokumentasikan sekaligus mengkaji pola makan tradisional sebelum pengetahuan tersebut hilang akibat perubahan sistem pangan dunia.

Meneliti Pola Makan Tradisional Sebelum Hilang

Perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan globalisasi dalam beberapa dekade terakhir telah memengaruhi kebiasaan makan masyarakat di berbagai negara. Banyak komunitas mulai meninggalkan pola makan tradisional dan beralih ke pola konsumsi bergaya Barat yang umumnya lebih tinggi kalori, gula, lemak jenuh, serta garam, namun rendah kandungan serat dan mikronutrien.

Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai penyakit metabolik. Oleh karena itu, para peneliti berupaya menggali kembali manfaat ilmiah dari pola makan tradisional yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.

Selain memiliki nilai budaya, pola makan tradisional juga diyakini menyimpan informasi biologis yang penting untuk memahami hubungan antara makanan, mikrobioma usus, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan metabolik manusia.

World Diet Initiative, Kolaborasi Peneliti dari 12 Negara

Melalui artikel berjudul Studying Vanishing Dietary Diversity Before It Is Lost: The World Diet Initiative, para peneliti menilai dunia sedang menghadapi perlombaan melawan waktu. Jika pola makan tradisional tidak segera didokumentasikan, maka berbagai informasi penting mengenai manfaat biologisnya berpotensi hilang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat modern.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, World Diet Initiative dikembangkan menjadi wadah penelitian internasional yang bertujuan mengumpulkan dan menganalisis keragaman pola makan tradisional dari berbagai belahan dunia.

Dua Program Utama World Diet Initiative

Dalam pelaksanaannya, World Diet Initiative memiliki dua program utama.

Program pertama adalah World Diet Atlas, sebuah basis data terbuka yang menghimpun informasi mengenai pola makan tradisional dari berbagai negara. Data yang dikumpulkan mencakup jenis pangan yang dikonsumsi masyarakat, cara memperoleh bahan makanan, metode pengolahan, hingga kebiasaan makan yang berkembang di setiap komunitas.

Sementara itu, program kedua adalah World Diet Project, yaitu penelitian berbasis pendekatan multi-omics yang bertujuan mempelajari pengaruh pola makan tradisional terhadap sistem imun, metabolisme, dan mikrobioma manusia.

Indonesia Dinilai Memiliki Potensi Besar

Keterlibatan Universitas Diponegoro dalam konsorsium internasional tersebut menunjukkan besarnya potensi Indonesia dalam pengembangan riset gizi dan kesehatan.

Keanekaragaman pangan lokal serta budaya makan yang masih dimiliki berbagai daerah di Indonesia menjadi sumber informasi yang sangat berharga dalam penelitian mengenai pola makan tradisional.

Adriyan Pramono menjelaskan bahwa setiap komunitas memiliki karakteristik pangan, teknik pengolahan, dan kebiasaan makan yang berkembang selama ratusan bahkan ribuan tahun. Keragaman tersebut diperkirakan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kondisi kesehatan manusia.

Menurutnya, pola makan tradisional bukan hanya bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi ilmiah untuk memahami bagaimana makanan memengaruhi metabolisme tubuh, sistem kekebalan, hingga mikrobiota saluran pencernaan.

Melalui World Diet Initiative, para peneliti berharap berbagai pola makan tradisional dari seluruh dunia dapat terdokumentasi dengan baik sebelum perlahan menghilang akibat perubahan gaya hidup masyarakat.

Bertujuan Menghasilkan Bukti Ilmiah

Tim peneliti menegaskan bahwa penelitian ini bukan untuk menyimpulkan seluruh pola makan tradisional lebih baik dibandingkan pola makan modern.

Sebaliknya, penelitian dilakukan guna mengidentifikasi secara ilmiah komponen pangan dan kebiasaan makan yang benar-benar memberikan manfaat kesehatan berdasarkan bukti biologis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perkuat Posisi UNDIP di Kancah Internasional

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu menghasilkan basis data global mengenai pola makan tradisional yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam penyusunan rekomendasi gizi yang lebih sesuai dengan karakter sosial, budaya, dan lingkungan di berbagai negara.

Selain mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular, penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya pangan dunia.

Keikutsertaan Universitas Diponegoro dalam World Diet Initiative sekaligus memperkuat kiprah UNDIP sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan riset bertaraf internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kesehatan masyarakat global.

Sumber: Peneliti FK UNDIP terlibat “World Diet Initiative”, bersama Peneliti di 12 negara Kaji Diet Tradisional