Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi di bidang energi terbarukan dan pertanian. Kali ini, Society of Renewable Energy (SRE) UNDIP bekerja sama dengan NGO Desabumi menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk RE-ACTION 2026 dengan menghadirkan teknologi Smart Irrigation bertenaga surya di Desa Mangunsari, Kota Semarang.
Program tersebut merupakan bagian dari Equity Project UNDIP 2025 yang berfokus pada penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian.
Kegiatan berlangsung pada 23 Juni 2026 di UPTD Cepoko Gardens Seed, Semarang, dan diikuti sekitar 75 pesertayang terdiri atas masyarakat, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pertanian dan lingkungan.
Dihadiri Berbagai Instansi
Selain petani dan masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan instansi, antara lain Dinas Pertanian Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Institute for Essential Services Reform (IESR), serta CWS Kota Semarang.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pertanian berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, organisasi nonpemerintah, hingga masyarakat.
Dorong Efisiensi Air dan Energi Bersih
Ketua Pelaksana RE-ACTION 2026, Beryl Cholif Arrahman, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu masyarakat memanfaatkan energi baru terbarukan dalam kegiatan pertanian.
Melalui penerapan smart irrigation, penggunaan air diharapkan menjadi lebih efisien sehingga petani dapat mengurangi pemborosan air, terutama ketika menghadapi musim kemarau atau keterbatasan sumber air.
Selain itu, penggunaan energi surya sebagai sumber tenaga juga diharapkan mampu menekan biaya operasional dibandingkan penggunaan pompa berbahan bakar fosil maupun listrik konvensional.
Penyerahan Alat kepada Kelompok Tani
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan perangkat smart irrigation secara simbolis kepada Kelompok Tani Teger 02.
Penyerahan dilakukan oleh Presiden SRE UNDIP 2026, Almuhtada Rizal Budiman, sebagai simbol dimulainya implementasi teknologi tersebut di tingkat kelompok tani.
Dalam sambutannya, Almuhtada menyampaikan bahwa perangkat yang diserahkan merupakan hasil kolaborasi antara SRE UNDIP dan Desabumi.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang mampu mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Jawa Tengah.
Mengenal Smart Irrigation
Smart irrigation atau irigasi pintar merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan teknologi untuk mengatur distribusi air secara lebih efektif dan efisien.
Berbeda dengan sistem irigasi konvensional yang umumnya menggunakan jadwal penyiraman tetap, smart irrigation dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, seperti kebutuhan tanaman, kelembapan tanah, maupun ketersediaan air.
Melalui pendekatan tersebut, penggunaan air dapat dioptimalkan sehingga tanaman memperoleh pasokan yang cukup tanpa terjadi pemborosan.
Di berbagai negara, teknologi smart irrigation telah banyak diterapkan sebagai salah satu solusi menghadapi perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan pangan, serta keterbatasan sumber daya air.
Energi Surya Jadi Solusi Ramah Lingkungan
Salah satu keunggulan program RE-ACTION 2026 adalah pemanfaatan energi surya sebagai sumber tenaga utama sistem irigasi.
Energi matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang melimpah di Indonesia. Dengan memanfaatkan panel surya, kebutuhan listrik untuk mengoperasikan pompa air dapat dipenuhi tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional.
Selain mengurangi emisi karbon, penggunaan energi surya juga berpotensi menekan biaya operasional jangka panjang bagi kelompok tani.
Bagi wilayah pertanian yang berada jauh dari jaringan listrik, teknologi ini juga menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mendukung aktivitas pertanian.
Mendukung Pertanian Berkelanjutan
Konsep pertanian berkelanjutan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Pengelolaan air yang lebih baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan, terlebih ketika perubahan iklim menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang atau curah hujan menjadi tidak menentu.
Melalui teknologi seperti smart irrigation, petani memiliki peluang untuk memanfaatkan air secara lebih hemat tanpa mengurangi kebutuhan tanaman.
Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program RE-ACTION 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau.
Melalui penerapan energi terbarukan dan teknologi pertanian modern, program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat.
Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Peran Perguruan Tinggi dalam Pengabdian Masyarakat
Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNDIP terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengembangkan inovasi di laboratorium, tetapi juga mengimplementasikannya secara langsung di tengah masyarakat.
Program pengabdian seperti RE-ACTION 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus memahami kebutuhan riil masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, inovasi yang dihasilkan di lingkungan kampus dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.
Harapan bagi Petani di Masa Mendatang
Keberhasilan implementasi smart irrigation di Desa Mangunsari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Apabila teknologi seperti ini terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan petani, bukan tidak mungkin produktivitas pertanian dapat meningkat dengan penggunaan air dan energi yang lebih hemat.
Kolaborasi antara SRE UNDIP, Desabumi, pemerintah, dan masyarakat juga menunjukkan bahwa transformasi menuju pertanian modern memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
Melalui langkah ini, diharapkan semakin banyak inovasi berbasis energi terbarukan yang dapat diterapkan di sektor pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.