Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

Atlet Sepatu Roda PUtech Elgin Zenobia Rahman Sabet Emas PORPROV XVII Jawa Tengah 2026

Diterbitkan pada 01 Nov 2026

← Beranda
Atlet Sepatu Roda PUtech Elgin Zenobia Rahman Sabet Emas PORPROV XVII Jawa Tengah 2026

Kabar membanggakan datang dari Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech). Elgin Zenobia Rahman, atlet sepatu roda PUtech, berhasil menyabet medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII Jawa Tengah 2026. Elgin meraih emas di nomor relay 3.000 meter putri bersama rekan-rekan setimnya.

Pada ajang tersebut, Elgin tampil membela Kabupaten Grobogan. Mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ) angkatan 2025 ini ikut menyumbang prestasi bagi kontingennya. Medali tersebut diraih lewat kerja sama yang solid dan perjuangan bersama seluruh anggota tim. Keberhasilan ini menambah daftar mahasiswa PUtech yang mampu berprestasi di luar ruang kuliah.

Medali emas yang diraih Elgin bukanlah hasil instan. Prestasi ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang ia tempuh sejak kecil di dunia sepatu roda, lengkap dengan proses latihan, jeda, hingga keputusan untuk kembali bangkit.

Kisah Atlet Sepatu Roda PUtech Bermula dari Sang Kakak

Ketertarikan Elgin pada sepatu roda muncul ketika ia masih berusia lima tahun. Saat itu, ia kerap melihat sang kakak berlatih sepatu roda di klub KAIROS. Dari situ muncul rasa penasaran yang mendorongnya untuk ikut mencoba.

Setelah beberapa kali mengikuti latihan, Elgin merasa cocok dengan olahraga ini. Ia pun memutuskan untuk menekuninya secara serius. Siapa sangka, keputusan masa kecil itu kelak mengantarkannya meraih medali emas di tingkat provinsi.

Elgin mengenang bahwa awal perjalanannya memang sederhana, yakni hanya karena melihat sang kakak bermain. Namun, dari momen itulah kariernya sebagai atlet sepatu roda dimulai. “Dari situlah perjalanan aku sebagai atlet sepatu roda dimulai sampai akhirnya bisa meraih prestasi seperti sekarang,” ujar Elgin.

Kisah ini menunjukkan bahwa minat terhadap suatu bidang bisa tumbuh dari lingkungan terdekat. Keluarga, dalam hal ini sang kakak, menjadi pintu pertama yang mengenalkan Elgin pada olahraga yang kini membesarkan namanya.

Pengalaman 14 Tahun dan Sempat Rehat

Sudah sekitar 14 tahun Elgin menggeluti sepatu roda. Selama rentang waktu itu, ia telah berlaga di berbagai kompetisi. Di antaranya adalah PORPROV pada edisi-edisi sebelumnya dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).

Pengalaman bertanding di berbagai ajang tersebut menjadi bekal berharga bagi Elgin. Dari setiap kompetisi, ia belajar meningkatkan kemampuan sekaligus mematangkan kesiapan menghadapi pertandingan berikutnya. Jam terbang yang panjang ini turut membentuk ketenangan dan kematangannya sebagai atlet.

Meski begitu, perjalanannya tidak selalu mulus. Elgin mengaku sempat berhenti berlatih selama kurang lebih satu tahun karena sejumlah alasan. Masa rehat seperti ini bukan hal yang mudah bagi seorang atlet, karena kondisi fisik dan ritme latihan perlu dibangun kembali.

Pada 2024, Elgin memutuskan kembali ke lintasan sepatu roda. Sejak itu, ia mulai mempersiapkan diri untuk tampil di PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Keputusan untuk bangkit setelah jeda tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanannya.

Membagi Waktu antara Kuliah dan Latihan

Persiapan menuju PORPROV dijalani Elgin bersamaan dengan kesibukan kuliah di PUtech. Jadwal hariannya cukup padat. Ia biasa memulai hari dengan berlatih pada pagi hari, lalu mengikuti perkuliahan hingga sore. Setelah kuliah selesai, ia kembali berlatih dari sore hingga malam hari.

Rutinitas seperti ini menuntut Elgin untuk disiplin dalam mengatur waktu dan menjaga kondisi tubuh. Menurutnya, menjadi mahasiswa sekaligus atlet membutuhkan komitmen yang kuat agar kewajiban akademik dan latihan tetap berjalan seimbang. Salah satu sisi tidak boleh dikorbankan demi sisi yang lain.

Elgin menegaskan bahwa persiapan yang ia jalani tidak hanya menyangkut latihan fisik. Ia juga membangun mental, kedisiplinan, dan komitmen. Ia ingin tetap menempuh pendidikan dengan baik sambil memberikan hasil terbaik di bidang olahraga. “Persiapan ini bukan hanya tentang latihan fisik, tetapi juga tentang membangun mental, kedisiplinan, dan komitmen,” tuturnya.

Pengalaman Elgin dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa lain yang juga menekuni bidang di luar akademik. Dengan pengelolaan waktu yang baik dan tekad yang kuat, kegiatan perkuliahan dan pengembangan bakat dapat berjalan berdampingan.

Perjuangan di Nomor Relay 3.000 Meter Putri

Di nomor relay 3.000 meter putri, Elgin dan rekan-rekan setimnya menghadapi sejumlah tantangan. Pertandingan tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Meski demikian, mereka berusaha tetap fokus, saling menguatkan, dan mengerahkan kemampuan terbaik hingga perlombaan usai.

Nomor relay menuntut kekompakan yang tinggi. Hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama seluruh anggota tim. Dalam situasi penuh tekanan, saling percaya dan saling mendukung menjadi kunci untuk bertahan.

Kekompakan dan semangat pantang menyerah itu akhirnya membuahkan hasil. Tim Kabupaten Grobogan berhasil keluar sebagai peraih medali emas. Bagi Elgin, capaian ini terasa sangat istimewa. Setelah beberapa kali tampil di PORPROV, inilah medali emas pertama yang berhasil ia raih di ajang tersebut.

Elgin mengaku sangat bahagia karena seluruh proses yang ia lalui akhirnya terbayar. Latihan, rasa lelah, dan perjuangan panjang kini berbuah manis. Ia juga menegaskan bahwa medali ini bukan semata pencapaian pribadi. “Medali ini bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga hasil dari perjuangan bersama tim dan dukungan orang-orang yang selalu percaya kepadaku,” ungkapnya.

Dukungan Orang Terdekat Jadi Kekuatan

Di balik prestasinya, Elgin menyebut ada peran besar dari orang-orang di sekitarnya. Dukungan orang tua, pelatih, dan teman-teman sangat berarti dalam perjalanannya sebagai atlet.

Orang tua menjadi sumber semangat bagi Elgin. Pelatih berperan memberikan arahan dan pembinaan, sedangkan teman-teman hadir memberikan dukungan ketika ia menghadapi berbagai kesulitan. Ketiganya menjadi fondasi yang membuat Elgin mampu bertahan dan terus berkembang.

Dukungan semacam ini sering kali menjadi faktor yang tidak terlihat, tetapi sangat menentukan. Di tengah jadwal yang padat dan tekanan kompetisi, kehadiran orang-orang yang percaya pada kemampuan seorang atlet dapat menjadi penguat untuk terus melangkah.

Target Berikutnya: Berprestasi di Olahraga dan Akademik

Meski telah meraih prestasi di bidang olahraga, Elgin tidak melupakan pendidikannya. Ia berharap dapat terus mengasah kemampuan sebagai atlet sekaligus menuntaskan studinya di PUtech dengan baik.

Ke depan, Elgin membidik prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga ingin membuktikan bahwa kesibukan sebagai atlet tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi di bidang akademik. Tekad ini menunjukkan bahwa ia memandang olahraga dan pendidikan sebagai dua hal yang bisa diraih bersamaan.

Bagi Elgin, medali emas PORPROV XVII Jawa Tengah 2026 bukanlah garis akhir. Medali tersebut justru menjadi pemicu semangat untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan berikutnya. Kisah atlet sepatu roda PUtech ini menjadi bukti bahwa ketekunan, disiplin, dan dukungan orang-orang terdekat dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi, bahkan setelah sempat berhenti di tengah perjalanan.