Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

PIMNAS ke-39: UNDIP Lepas 24 Tim PKM dengan Semangat Diponegoro

Diterbitkan pada 02 Nov 2026

← Beranda
PIMNAS ke-39: UNDIP Lepas 24 Tim PKM dengan Semangat Diponegoro

Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi melepas 24 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang akan bertanding di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS ke-39) tahun 2026. Acara Pelepasan Delegasi PIMNAS UNDIP berlangsung pada Minggu (1/11) pukul 19.00 WIB di Grand Candi Hotel, Semarang. Para finalis yang hadir malam itu siap membawa nama almamater di ajang kompetisi ilmiah mahasiswa tingkat nasional tersebut.

Pelepasan ini terasa istimewa karena pada PIMNAS tahun ini UNDIP berhasil masuk jajaran tiga besar perguruan tinggi dengan jumlah delegasi terbanyak secara nasional. Capaian ini menunjukkan kuatnya iklim kreativitas dan penalaran mahasiswa di lingkungan UNDIP. Prestasi tersebut juga mencerminkan hasil pembinaan yang dijalankan secara serius sejak tahap awal seleksi.

Pelepasan Delegasi Menjelang Kompetisi Bergengsi

Bagi mahasiswa, PIMNAS merupakan puncak dari rangkaian Program Kreativitas Mahasiswa. Tim yang tampil di ajang ini adalah tim-tim terpilih yang gagasannya telah melewati tahapan seleksi. Karena itu, keberhasilan menembus babak final sudah menjadi pencapaian yang patut dibanggakan, sekaligus awal dari perjuangan berikutnya di panggung nasional.

Acara pelepasan dihadiri pimpinan universitas bersama para mahasiswa delegasi. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat. Rektor UNDIP terlihat berinteraksi akrab dengan para mahasiswa, memberikan dorongan moral, dan menegaskan dukungan universitas kepada seluruh tim yang akan bertanding.

Semangat Pangeran Diponegoro sebagai Pemicu Motivasi

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen yang telah lolos ke babak final. Ia menekankan pentingnya menanamkan rasa bangga serta nilai-nilai perjuangan Diponegoro dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional ini.

Prof. Suharnomo mengingatkan bahwa nama kampus mereka diambil dari sosok Pangeran Diponegoro. Menurutnya, Perang Jawa pada 1825–1830 membuktikan kehebatan Pangeran Diponegoro dalam memimpin pasukan yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Semangat itu, kata Rektor, relevan dengan perjuangan para mahasiswa saat ini.

Ia mengajak para finalis menjadikan semangat tersebut sebagai motivasi yang lahir dari dalam diri. “Kita saat ini sedang berjuang, jadikan ini sebagai pemicu motivasi dari dalam diri, semangat yang tidak gentar untuk berkompetisi,” tegasnya.

Pesan ini memiliki makna yang kuat. Seperti pasukan Diponegoro yang terdiri atas beragam latar belakang, kontingen UNDIP juga terdiri atas mahasiswa dari berbagai fakultas dan disiplin ilmu. Keberagaman itu menjadi kekuatan ketika semua bergerak dengan tujuan yang sama.

Tiga Pilar yang Harus Dimiliki Finalis

Dalam arahannya, Rektor memaparkan tiga pilar utama yang perlu dimiliki para finalis UNDIP. Pilar pertama adalah keunikan gagasan. Pilar kedua adalah kompetensi teknis yang diperoleh melalui pendampingan intensif bersama para dosen pembimbing. Pilar ketiga adalah keberanian dan rasa percaya diri untuk tampil secara maksimal.

Ketiga pilar ini saling melengkapi. Gagasan yang unik akan lebih meyakinkan jika didukung penguasaan teknis yang baik. Penguasaan teknis pun perlu disampaikan dengan percaya diri agar dapat dipahami dan diapresiasi oleh dewan juri. Menurut Rektor, keberhasilan dari ketiga pilar tersebut akan semakin sempurna jika diiringi kesiapan yang matang.

Kesiapan sebagai Kunci, Juara Umum sebagai Target

Prof. Suharnomo meyakini bahwa keberuntungan berpihak kepada mereka yang siap. Ia menjelaskan bahwa kesiapan gagasan, kemampuan artikulasi, dan penampilan yang prima akan bertemu dengan ikhtiar terbaik serta ridha Tuhan.

Rektor juga mengajak seluruh delegasi menorehkan sejarah bagi universitas. “Mari kita ukir legacy bagi Universitas Diponegoro untuk membawa pulang gelar juara umum,” ajaknya.

Target juara umum menunjukkan optimisme tinggi pimpinan universitas terhadap kemampuan mahasiswanya. Dengan jumlah delegasi yang termasuk terbanyak secara nasional, UNDIP memiliki modal yang kuat untuk bersaing. Meski demikian, jumlah tim saja tidak cukup. Kualitas gagasan dan penampilan setiap tim tetap menjadi penentu utama.

UNDIP Siap Jadi Tuan Rumah yang Ramah

Selain sebagai peserta, UNDIP juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah PIMNAS ke-39. Rektor menegaskan komitmen universitas untuk memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan suasana menyenangkan bagi seluruh kontingen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ia menyebut UNDIP dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyelenggarakan ajang ini. Karena itu, UNDIP bertekad menjadi tuan rumah yang ramah bagi seluruh peserta dan kontingen. Pada saat yang sama, status sebagai tuan rumah juga menjadi pemacu bagi mahasiswa UNDIP untuk menampilkan performa terbaik.

Peran ganda ini menjadi tantangan sekaligus kehormatan. Di satu sisi, UNDIP harus memastikan penyelenggaraan berjalan baik dan nyaman bagi tamu dari seluruh Indonesia. Di sisi lain, para delegasi UNDIP dituntut tetap fokus bertanding dan memberikan hasil terbaik di hadapan publik kampus sendiri.

Hasil Sebanding dengan Usaha

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menegaskan bahwa PIMNAS merupakan ajang kompetisi paling bergengsi yang diselenggarakan oleh kementerian. Karena itu, persiapannya menuntut kerja keras secara total.

Prof. Heru mengapresiasi para mahasiswa yang telah bekerja keras menyelesaikan dan mengunggah laporan akhir, artikel, serta seluruh dokumen pendukung. Menurutnya, hanya tinggal beberapa hari lagi bagi para delegasi untuk membuktikan kemampuan mereka. “Hasil yang diperoleh pasti akan berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh anggota kontingen tetap fokus, menjaga stamina, dan bersikap optimis. Prof. Heru menekankan bahwa setiap tim memiliki peluang yang sama untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

Pesan untuk menjaga stamina ini penting mengingat kompetisi seperti PIMNAS menuntut kesiapan fisik dan mental. Kondisi tubuh yang prima akan membantu para mahasiswa tampil maksimal saat presentasi maupun ketika menjawab pertanyaan dewan juri.

Dukungan Penuh Universitas untuk Kontingen

Keikutsertaan UNDIP di PIMNAS ke-39 didukung pembinaan intensif serta dukungan penuh dari jajaran pimpinan universitas dan seluruh fakultas. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa merupakan hasil kerja bersama, mulai dari mahasiswa sebagai pengusung gagasan, dosen pembimbing yang mendampingi, hingga pimpinan yang memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas.

Dengan bekal semangat Diponegoro, tiga pilar yang ditekankan Rektor, dan persiapan yang matang, kontingen UNDIP siap tampil sebaik mungkin. Para delegasi membawa harapan besar untuk mengharumkan nama Universitas Diponegoro di panggung PIMNAS. Mereka juga ingin membuktikan bahwa gagasan kreatif mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional.