Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

CARA UNIK KKN UNDIP EDUKASI PEMAKAIAN VITAMIN GUMMY

Diterbitkan pada 20 Aug 2026

← Beranda
CARA UNIK KKN UNDIP EDUKASI PEMAKAIAN VITAMIN GUMMY

Batang, 20 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang menggelar penyuluhan singkat dan story telling mengenai penggunaan suplemen vitamin gummy yang aman untuk anak-anak. Kegiatan ini ditujukan kepada anak-anak Desa Karanggeneng untuk mengenalkan cara mengonsumsi vitamin dalam bentuk gummy secara tepat, sebab bentuknya yang menyerupai permen sering membuat anak mengonsumsinya secara berlebihan tanpa pengawasan orang tua.

Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan biasa. Program ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka pembentukan Forum Anak Desa Karanggeneng, yang tercatat sebagai forum anak desa pertama di Kabupaten Batang. Kehadiran forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat, belajar berorganisasi sejak dini, sekaligus menjadi ruang edukasi berkelanjutan setelah masa KKN berakhir. Penyuluhan vitamin gummy ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi salah satu cara untuk mengenalkan forum anak kepada masyarakat desa.

Program ini lahir dari kekhawatiran mahasiswa KKN Undip terhadap populernya vitamin gummy di kalangan anak-anak. Bentuknya yang manis dan berwarna-warni sangat menarik perhatian anak-anak, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan risiko efek samping jika anak-anak menganggapnya sebagai permen biasa, bukan suplemen yang memiliki batasan dosis. Konsumsi vitamin secara berlebihan, terutama vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang apabila tidak diawasi dengan baik. Kondisi ini menjadi lebih berisiko karena kemasan vitamin gummy dirancang menyerupai permen, sehingga anak-anak sulit membedakan mana suplemen dan mana camilan biasa. Melalui story telling, mahasiswa KKN berupaya menyampaikan materi edukasi kesehatan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh anak-anak, tanpa harus menggunakan istilah medis yang rumit.

Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan sesi penyuluhan singkat, yaitu dengan membagikan poster yang mengenalkan konsep vitamin dan fungsinya bagi tubuh. Poster tersebut dirancang dengan gambar sederhana dan warna yang menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak yang sebagian besar masih duduk di bangku taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Setelah sesi pengenalan, mahasiswa melanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai aturan pakai vitamin gummy yang aman, termasuk pentingnya tidak mengonsumsinya melebihi anjuran dan tetap berada dalam pengawasan orang tua.

Kegiatan selanjutnya dilakukan dengan story telling agar materi lebih mudah diterima anak-anak. Mahasiswa menghadirkan cerita dengan tokoh sederhana yang gemar memakan vitamin gummy karena rasanya enak, hingga suatu hari ia mengonsumsinya dalam jumlah banyak melebihi takaran yang dianjurkan. Melalui alur cerita ini, anak-anak diajak memahami bahwa vitamin gummy memang enak dan bermanfaat, tetapi tetap harus dikonsumsi sesuai takaran yang dianjurkan, bukan dimakan sebanyak mungkin seperti permen. Pendekatan story telling dipilih karena anak-anak cenderung lebih mudah mengingat pesan yang dikemas dalam bentuk cerita dibandingkan penjelasan yang bersifat searah dan formal.

Anak-anak Desa Karanggeneng tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka menyimak dengan saksama, banyak anak yang mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, dan beberapa anak berebut menceritakan kembali potongan cerita yang baru saja mereka dengar. Rasa penasaran anak-anak juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari alasan mengapa vitamin gummy tidak boleh dimakan sebanyak permen, hingga pertanyaan tentang jenis vitamin lain yang ada di dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa topik yang diangkat memang dekat dengan keseharian mereka, mengingat vitamin gummy memang mudah ditemukan dan sering dikonsumsi anak-anak di rumah masing-masing.

Selain menjadi ajang edukasi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi cara bagi anak-anak Desa Karanggeneng untuk mengenal konsep berkumpul dan belajar bersama dalam satu wadah, sebagai bagian dari proses pembentukan Forum Anak Desa Karanggeneng. Mahasiswa KKN berharap, dengan adanya forum ini, anak-anak desa dapat memiliki ruang aman untuk berekspresi, berdiskusi mengenai isu-isu yang berkaitan dengan hak dan tumbuh kembang mereka, serta terus mendapatkan edukasi kesehatan secara berkelanjutan meski program KKN telah selesai. Pembentukan forum anak ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Desa Karanggeneng sebagai desa yang ramah anak, dimana suara dan kebutuhan anak-anak turut diperhatikan dalam berbagai program pembangunan desa.

Kecamatan Kandeman menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Undip. Kehadiran forum anak pertama di Kabupaten Batang tersebut dinilai sebagai langkah maju bagi desa dalam memperhatikan tumbuh kembang generasi muda, khususnya di bidang kesehatan dan hak anak. Dukungan dari perangkat desa dan juga kecamatan turut mempermudah jalannya kegiatan, mulai dari penyediaan tempat, koordinasi dengan orang tua, hingga penyebarluasan informasi kepada warga agar anak-anak dapat berpartisipasi secara maksimal.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan aparat desa dan orang tua menjadi kunci penting agar edukasi kesehatan yang diberikan tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja. Anak-anak memang menjadi sasaran utama penyuluhan, tetapi peran orang tua dalam mengawasi konsumsi vitamin di rumah tetap menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Oleh karena itu, mahasiswa KKN turut menitipkan pesan kepada orang tua yang hadir mendampingi anak-anaknya, agar senantiasa memeriksa label dosis pada kemasan vitamin gummy sebelum diberikan kepada anak, serta menyimpan suplemen tersebut di tempat yang tidak mudah dijangkau anak tanpa pengawasan.

Topik keamanan konsumsi suplemen pada anak dipilih bukan tanpa alasan. Mahasiswa KKN-R Tim II Undip menilai bahwa edukasi mengenai penggunaan obat dan suplemen secara rasional sebaiknya dikenalkan sejak usia dini, agar kelak tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa. Hal ini sejalan dengan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, yakni tidak hanya mengobati atau mencegah masalah kesehatan yang sudah terjadi, tetapi juga menanamkan pemahaman dasar sedini mungkin agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan dirinya sendiri di masa mendatang.

Setelah kegiatan penyuluhan dan story telling selesai, mahasiswa turut membagikan poster edukasi kepada anak-anak untuk dibawa pulang. Harapannya, orang tua juga bisa membaca dan memahami informasi seputar aturan konsumsi vitamin gummy yang aman untuk anak. Selain itu, booklet cerita juga diletakkan di rak buku Balai Desa Karanggeneng, sehingga anak-anak dapat membacanya kembali kapan saja meski kegiatan KKN telah usai. Langkah ini diharapkan mampu memperpanjang dampak edukasi yang telah diberikan, tidak hanya berhenti pada satu kali pertemuan saja.

Melalui program penyuluhan vitamin gummy yang menjadi bagian dari pembentukan Forum Anak Desa Karanggeneng ini, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, terhadap pentingnya penggunaan suplemen kesehatan secara bijak. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi fondasi awal yang kokoh bagi keberlangsungan Forum Anak Desa Karanggeneng ke depannya, sehingga anak-anak di desa tersebut dapat terus mendapatkan ruang tumbuh kembang yang sehat, aman, dan mendukung hak-hak mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Editor: Info Tembalang