SEMARANG – Kebakaran melanda sebuah usaha katering di Jalan Gemah Sari Raya, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Selasa (18/8/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran pada regulator tabung gas LPG saat aktivitas memasak sedang berlangsung.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang sekitar pukul 06.20 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Sebanyak enam armada pemadam kebakaran dengan total 25 personel dikerahkan untuk mengatasi kobaran api di tempat usaha katering tersebut.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan kebakaran terjadi ketika aktivitas produksi makanan sedang berlangsung.
Saat itu, seorang karyawan yang tengah melakukan kegiatan memasak melihat adanya api yang keluar dari bagian regulator gas LPG. Kondisi tersebut kemudian memicu kobaran api yang dengan cepat menyambar benda-benda mudah terbakar di sekitar lokasi.
Api Menyambar Tumpukan Kardus Makanan
Menurut keterangan petugas, api yang awalnya muncul dari area regulator gas kemudian merembet ke tumpukan karton atau kardus yang digunakan sebagai wadah makanan.
Material kardus yang mudah terbakar membuat api berkembang dengan cepat. Situasi tersebut membuat petugas harus segera melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke bagian bangunan maupun benda lain di sekitar lokasi.
"Api menyambar tumpukan karton boks makanan sehingga kebakaran cepat membesar," jelas Tantri.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi kemudian melakukan upaya pemadaman sekaligus memastikan api tidak menyebar ke area lain.
Proses pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 07.44 WIB.
Petugas selanjutnya melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Mobil Pengusaha Katering Ikut Tersambar
Selain bangunan dan perlengkapan usaha katering, satu unit mobil milik pengusaha juga ikut terdampak dalam insiden tersebut.
Kendaraan itu tidak sempat dipindahkan ketika api mulai membesar karena kunci kendaraan berada di dalam mobil. Akibatnya, bagian belakang kendaraan ikut terkena sambaran api.
Meski demikian, kerusakan pada kendaraan tidak tergolong berat. Api hanya mengenai sebagian area belakang mobil, sementara bagian mesin dan bodi depan masih dalam kondisi baik.
Tantri menyebut kendaraan tersebut masih dapat digunakan untuk berkendara setelah kejadian.
"Yang terkena hanya bagian belakang karena kuncinya terjebak di dalam, sehingga mobil tidak sempat dipindahkan," jelasnya.
Ia menambahkan, kerusakan kendaraan tidak terlalu parah karena api tidak mengenai bagian mesin maupun area depan mobil.
"Mesin dan bagian depan masih utuh. Mobil masih bisa berjalan," tambah Tantri.
Kebakaran Diduga Berasal dari Regulator LPG
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, Damkar Kota Semarang menduga kebakaran bermula dari kebocoran regulator tabung LPG.
Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi bahwa kegiatan memasak sedang berlangsung ketika api pertama kali terlihat. Kebocoran pada sistem regulator kemudian diduga memicu munculnya api yang selanjutnya merambat ke material yang mudah terbakar.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menjadi bagian dari penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kebocoran pada perangkat gas menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai dalam aktivitas memasak, terlebih pada usaha katering yang menggunakan peralatan memasak secara intensif.
Petugas mengingatkan pentingnya memastikan kondisi tabung, regulator, selang, serta sambungan gas dalam keadaan baik sebelum digunakan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Beruntung, kebakaran yang terjadi pada pagi hari tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Aktivitas produksi yang sedang berlangsung membuat karyawan berada di lokasi ketika api mulai muncul. Namun, situasi dapat segera ditangani sehingga tidak sampai menyebabkan korban.
Karyawan juga dapat menyelamatkan diri ketika mengetahui adanya api yang keluar dari bagian regulator gas LPG.
Petugas Damkar kemudian berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke bagian lain dari bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.
Tidak adanya korban dalam kejadian tersebut menjadi hal yang disyukuri meskipun kebakaran menyebabkan kerusakan terhadap usaha katering dan sejumlah aset di dalamnya.
Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Berdasarkan perkiraan sementara Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, total kerugian akibat insiden tersebut mencapai sekitar Rp200 juta.
Nilai kerugian tersebut mencakup kerusakan pada bagian usaha katering serta sejumlah perlengkapan yang terdampak api. Kendaraan milik pengusaha juga mengalami kerusakan pada bagian belakang.
Meski demikian, kerugian tersebut masih berupa estimasi awal. Nilai kerugian secara keseluruhan dapat berubah setelah dilakukan pendataan terhadap seluruh barang dan fasilitas yang mengalami kerusakan.
Pentingnya Waspada Saat Menggunakan LPG
Peristiwa kebakaran di usaha katering Tembalang ini menjadi pengingat mengenai pentingnya kewaspadaan ketika menggunakan gas LPG, terutama untuk kegiatan memasak dalam skala usaha.
Pemeriksaan terhadap regulator dan selang gas sebaiknya dilakukan secara berkala. Pengguna juga perlu memperhatikan apabila tercium aroma gas yang tidak biasa atau terdapat indikasi kebocoran pada sambungan.
Apabila menemukan tanda-tanda kebocoran, penggunaan kompor sebaiknya segera dihentikan. Sumber api maupun benda yang dapat memicu percikan juga perlu dijauhkan dari area tersebut.
Pada usaha katering, pemeriksaan peralatan memasak menjadi semakin penting karena kegiatan produksi biasanya dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan menggunakan beberapa peralatan secara bersamaan.
Kondisi selang, regulator, tabung LPG, serta instalasi pendukung perlu dipastikan aman sebelum kegiatan memasak dimulai.
Damkar Kerahkan Enam Armada
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kota Semarang mengerahkan enam armada dengan dukungan 25 personel.
Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan pada pukul 06.20 WIB. Upaya pemadaman kemudian dimulai sekitar pukul 06.30 WIB.
Kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.44 WIB.
Setelah api padam, petugas memastikan kondisi lokasi aman dan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.
Penanganan yang cepat juga dilakukan untuk mencegah api menyebar ke bangunan maupun area lain di sekitar tempat usaha.
Aktivitas Usaha Terdampak
Kebakaran tentunya memberikan dampak terhadap aktivitas usaha katering yang berada di lokasi. Sejumlah perlengkapan dan fasilitas usaha mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Tumpukan kardus makanan yang tersambar api menjadi salah satu material yang membuat kobaran api cepat membesar. Selain itu, kendaraan milik pengusaha juga ikut terdampak meskipun kerusakannya tidak berat.
Dengan adanya kerusakan tersebut, pemilik usaha perlu melakukan pendataan dan perbaikan sebelum aktivitas produksi dapat kembali berjalan secara normal.
Pihak terkait juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap peralatan gas untuk memastikan sumber masalah telah ditangani dan tidak kembali menimbulkan risiko kebakaran.
Kebakaran Berhasil Ditangani Tanpa Korban
Kebakaran usaha katering di Jalan Gemah Sari Raya, Kedungmundu, Tembalang, Semarang, akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam lebih.
Dugaan sementara menyebutkan api berasal dari regulator tabung LPG yang mengalami kebocoran ketika kegiatan memasak sedang berlangsung.
Api kemudian merambat ke tumpukan kardus makanan sehingga kobaran cepat membesar. Satu kendaraan milik pengusaha juga ikut tersambar, tetapi kerusakannya hanya terjadi di bagian belakang dan mobil masih dapat digunakan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner dan katering, agar rutin memeriksa kondisi peralatan LPG dan memastikan seluruh sambungan dalam keadaan aman sebelum aktivitas memasak dimulai.