Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP Dorong Pengelolaan Sampah melalui Budidaya Maggot di Desa Payung

Diterbitkan pada 20 Aug 2026

← Beranda
Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP Dorong Pengelolaan Sampah melalui Budidaya Maggot di Desa Payung

PEMALANG – Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro menyelenggarakan Sosialisasi Penguatan Perilaku Peduli Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Balai Desa Payung, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga secara mandiri dan memanfaatkan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi.

Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Payung masih memiliki potensi untuk dikembangkan, khususnya dalam pemanfaatan sampah organik. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi memilah dan memanfaatkannya.

Ketua Tim KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Payung, Timothy, mengatakan bahwa pengelolaan sampah dipilih karena memiliki potensi untuk mendukung kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat Desa Payung agar mulai melakukan pilah sampah secara mandiri dengan memanfaatkan maggot sebagai media untuk menguraikan sampah organik. Harapan saya, Desa Payung memiliki tata kelola sampah yang lebih baik yang memberdayakan masyarakat, misalnya melalui sistem bank sampah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), serta pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot BSF. Peserta juga diperkenalkan pada tahapan budidaya maggot, mulai dari penetasan telur, pemeliharaan larva, pemanenan, hingga pemanfaatan hasil budidaya.

Maggot BSF diperkenalkan sebagai larva yang dapat dimanfaatkan untuk mengurai sampah organik. Hasil budidayanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan kasgot atau sisa media budidaya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Selain aspek lingkungan, kegiatan tersebut turut memperkenalkan potensi ekonomi dari hasil budidaya maggot.

Kepala Desa Payung, H. Turah Suparno, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi maggot memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat yang sebelumnya belum memperoleh pengarahan mengenai alternatif pengelolaan sampah tersebut.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah memberikan bimbingan dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah organik dari sisa-sisa makanan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut dan bisa diterapkan oleh masyarakat kami,” tuturnya.

Direktur BUMDes Desa Payung, H. Darjo, menilai kegiatan tersebut berpotensi mendukung perekonomian desa, khususnya melalui pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak. Menurutnya, pemanfaatan tersebut dapat membantu efisiensi pakan pada usaha peternakan ikan lele yang dikelola BUMDes.

“Kaitannya dengan sosialisasi yang diadakan, ini sangat membantu untuk meningkatkan ekonomi desa. Utamanya adalah untuk efisiensi pembuatan pakan ternak, apalagi kami sebagai pengurus BUMDes mengelola usaha peternakan ikan lele,” ujarnya.


Salah seorang peserta sosialisasi, Ade Rico, S.Pd., mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot. Sebelumnya, sampah rumah tangga yang dihasilkan hanya dipilah menjadi sampah organik dan anorganik tanpa pengolahan lebih lanjut.

“Terutama tadi sampah organik, tentang pengelolaan sampah yang dapat dijadikan makanan ternak dan memiliki nilai ekonomi. Itu yang saya kira menarik dan mungkin ke depan saya bisa belajar tentang pengelolaan sampah tersebut,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap kebiasaan memilah sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga dan dilanjutkan melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan BUMDes. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengurangan dan pemanfaatan sampah secara berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Silviana, KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Payung 2026.

Fotografer: Kanisthi Kesya

Kontak Media / Humas Kelompok: kknundip.payung@gmail.com / @kknrundip.payung