Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

KKN UNDIP KENALKAN AKUPRESUR PENDAMPING TABLET TAMBAH DARAH

Diterbitkan pada 20 Aug 2026

← Beranda
KKN UNDIP KENALKAN AKUPRESUR PENDAMPING TABLET TAMBAH DARAH

Batang, 15 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang menggelar penyuluhan bagi ibu hamil di Posyandu Desa Karanggeneng, Kabupaten Batang, mengenai pentingnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) selama kehamilan. Selain membahas kepatuhan konsumsi obat, kegiatan ini juga mengedukasi peserta mengenai efek samping yang umum dirasakan setelah mengonsumsi tablet tambah darah, serta cara penanganannya secara non-farmakologi melalui teknik akupresur yang aman bagi ibu hamil.

Program ini digagas karena kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil kerap menjadi salah satu kendala oleh efek samping, seperti mual dan muntah yang membuat sebagian ibu hamil enggan melanjutkan konsumsi obat secara rutin. Padahal, tablet tambah darah berperan penting dalam mencegah anemia selama kehamilan, jika dibiarkan dapat berisiko bagi kesehatan ibu maupun janin, mulai dari risiko perdarahan saat persalinan hingga gangguan tumbuh kembang janin akibat kekurangan asupan zat besi. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan solusi agar ibu hamil tetap dapat menjalani pengobatan tanpa terganggu efek sampingnya, sehingga tujuan pencegahan anemia selama kehamilan tetap dapat tercapai secara optimal.

Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah sebenarnya menjadi persoalan yang cukup umum ditemukan di berbagai wilayah, tidak terkecuali di lingkungan Desa Karanggeneng. Selain karena efek samping mual dan muntah, sebagian ibu hamil juga kerap lupa mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin akibat kesibukan sehari-hari, atau merasa belum melihat manfaat yang signifikan dari konsumsi tablet tersebut. Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN memandang perlu adanya edukasi yang tidak hanya menekankan pentingnya konsumsi tablet tambah darah, tetapi juga memberikan solusi bagi kendala yang selama ini dialami ibu hamil, salah satunya melalui teknik akupresur sebagai alternatif penanganan mual tanpa obat tambahan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah selama kehamilan, dilanjutkan dengan penjelasan mengenai efek samping yang umum dirasakan seperti mual dan muntah. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, mengingat sebagian besar peserta Posyandu memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Mahasiswa KKN Undip turut menekankan bahwa efek samping tersebut umumnya bersifat ringan dan dapat diatasi tanpa harus menghentikan konsumsi tablet tambah darah secara sepihak, sebab penghentian konsumsi tablet tambah darah tanpa anjuran tenaga kesehatan justru dapat memperbesar risiko anemia pada ibu hamil.

Sebagai solusi non-farmakologi, mahasiswa KKN kemudian mendemonstrasikan teknik akupresur sederhana dan aman bagi ibu hamil yang dapat dipraktikkan secara mandiri untuk meredakan mual tanpa memerlukan obat tambahan. Teknik ini dipilih karena tergolong mudah dipraktikkan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat dilakukan kapan saja ketika gejala mual mulai dirasakan. Mahasiswa KKN memandu peserta untuk menemukan titik-titik akupresur yang aman digunakan selama kehamilan, sekaligus menjelaskan cara penekanan yang tepat agar teknik tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal.

Ibu hamil peserta Posyandu tampak antusias mengikuti demonstrasi dan turut mencoba mempraktikkan teknik tersebut secara langsung. Sejumlah peserta terlihat aktif bertanya mengenai frekuensi dan durasi yang tepat dalam melakukan akupresur, serta menanyakan apakah teknik tersebut dapat dikombinasikan dengan cara lain untuk meredakan mual, seperti pengaturan pola makan. Antusiasme ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan memang relevan dengan kebutuhan dan pengalaman yang selama ini dialami oleh peserta.

Selain memberikan penyuluhan bagi ibu hamil, mahasiswa KKN juga melakukan perbantuan kegiatan Posyandu bagi lansia dan balita. Kegiatan ini mencakup registrasi, pengukuran berat badan, lingkar lengan dan kepala balita, serta penimbangan berat badan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu rutin ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat yang telah berjalan di Desa Karanggeneng, sekaligus mempererat interaksi antara mahasiswa KKN dengan warga desa, khususnya kader Posyandu yang bertugas.

Kegiatan ini membuahkan hasil yang cukup baik. Ibu hamil peserta Posyandu Desa Karanggeneng menjadi lebih memahami pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin selama kehamilan, serta mampu mempraktikkan secara mandiri teknik akupresur sederhana sebagai alternatif penanganan mual tanpa obat tambahan. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di kalangan ibu hamil Desa Karanggeneng, sehingga risiko anemia selama kehamilan dapat ditekan secara bertahap.

Kader Posyandu Desa Karanggeneng turut menyambut baik kegiatan penyuluhan ini. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai membantu memperkuat materi edukasi kesehatan yang selama ini telah disampaikan secara rutin kepada ibu hamil, terutama dengan tambahan solusi praktis berupa teknik akupresur yang belum banyak diketahui sebelumnya. Dukungan dari kader Posyandu turut mempermudah jalannya kegiatan, mulai dari koordinasi jadwal pelaksanaan hingga pengumpulan peserta yang hadir pada hari tersebut.

Bagi mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro, penyuluhan mengenai kepatuhan konsumsi obat seperti tablet tambah darah merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu kefarmasian secara langsung di tengah masyarakat. Edukasi mengenai efek samping obat serta cara penanganannya dinilai penting untuk disampaikan secara berimbang, agar masyarakat tidak serta-merta menghentikan pengobatan ketika mengalami efek samping, melainkan memahami cara mengatasinya secara tepat dan aman. Pendekatan non-farmakologi seperti akupresur turut menjadi nilai tambah tersendiri, sebab dapat menjadi alternatif penanganan yang mudah diakses tanpa harus bergantung pada obat tambahan.

Melalui program penyuluhan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan perbantuan kegiatan Posyandu ini, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan ibu hamil di Desa Karanggeneng. Lebih jauh, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah kecil yang dapat memberikan berkelanjutan dalam upaya menurunkan angka anemia pada ibu hamil, sekaligus mendukung tumbuh kembang janin yang sehat hingga proses persalinan berlangsung dengan lancar.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro di Desa Karanggeneng yang menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia. Dengan menyasar kelompok usia yang beragam, program kerja yang disusun diharapkan dapat menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada satu segmen tertentu. Pendekatan lintas kelompok usia ini juga sejalan dengan prinsip pelayanan kesehatan primer yang menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga usia lanjut.

Ke depannya, mahasiswa KKN berharap kegiatan penyuluhan semacam ini dapat terus dilanjutkan oleh kader Posyandu maupun tenaga kesehatan setempat, meskipun masa KKN telah berakhir. Materi mengenai teknik akupresur yang telah didemonstrasikan diharapkan dapat terus diajarkan kepada ibu hamil lain yang belum sempat mengikuti kegiatan ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Desa Karanggeneng dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan ibu yang sehat, akan melahirkan generasi bangsa yang kuat.

Editor: Info Tembalang