Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Desa Sembojo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Kebiasaan membakar sampah dan belum meratanya praktik pemilahan menjadi beberapa persoalan yang ditemukan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro selama melakukan survei di masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga masih perlu mendapat perhatian dan dilakukan secara lebih terarah. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa menghadirkan Dashboard Pengelolaan Sampah Desa Sembojo sebagai bagian dari program Multidisiplin 1. Dashboard ini disusun untuk membantu desa melihat kondisi pengelolaan sampah berdasarkan data yang diperoleh langsung dari masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung “Optimalisasi Pengelolaan Sampah untuk Mewujudkan Desa Bersih dan Sehat” di Desa Sembojo. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sampah dibuang, tetapi juga mencakup kebiasaan masyarakat dalam memilah, mengolah, mengangkut, hingga menentukan tempat pembuangan akhir. Oleh karena itu, diperlukan informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi persampahan secara nyata di masyarakat. Data tersebut dapat menjadi salah satu dasar bagi pemerintah desa dalam menentukan kebutuhan dan langkah pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Sebelum menyusun dashboard, mahasiswa melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga di setiap RT untuk mengetahui kondisi pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Pendataan dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan pemilahan sampah, cara pengelolaan sampah, layanan pengangkutan, hingga keterlibatan masyarakat dalam program bank sampah. Pendekatan secara langsung dilakukan agar data yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi pengelolaan sampah berdasarkan pengalaman dan kebiasaan masyarakat sehari-hari. Dari pendataan yang dilakukan, terkumpul informasi dari 75 rumah tangga yang mencakup 304 jiwa di Desa Sembojo.

Proses survei juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung kondisi pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Setiap rumah tangga memiliki kebiasaan dan kondisi yang berbeda dalam menangani sampah yang dihasilkan. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh ketersediaan layanan pengangkutan, kebiasaan memilah sampah, maupun akses terhadap fasilitas pengelolaan sampah. Dengan melakukan pendataan pada beberapa wilayah RT, informasi yang diperoleh tidak hanya menunjukkan kondisi desa secara umum, tetapi juga dapat digunakan untuk melihat perbedaan kondisi pengelolaan sampah antarwilayah.
Hasil survei menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Desa Sembojo masih membutuhkan perhatian. Meski sebagian warga sudah mulai memilah sampah, pembakaran masih menjadi cara yang paling banyak digunakan untuk mengelola sampah rumah tangga. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena menunjukkan bahwa alternatif pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga masih perlu diperkuat. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan layanan pengangkutan sampah yang belum merata di seluruh wilayah desa. Ketersediaan layanan pengangkutan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pilihan masyarakat dalam mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari.
Selain melihat cara pengelolaan sampah, survei juga mengumpulkan informasi mengenai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah, termasuk program bank sampah. Informasi tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana masyarakat telah mengenal dan terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi. Di sisi lain, hasil pendataan menunjukkan adanya potensi dukungan masyarakat terhadap pengembangan program pengelolaan sampah di desa. Temuan tersebut dapat menjadi peluang bagi pemerintah desa untuk mengembangkan program yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian sampah, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih aktif.
Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk dashboard digital agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Dashboard tersebut menampilkan informasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, kondisi layanan persampahan, keikutsertaan masyarakat dalam program bank sampah, serta respons warga terhadap rencana program pengelolaan sampah. Informasi yang sebelumnya berupa hasil pendataan kemudian disusun menjadi tampilan visual melalui grafik dan angka. Penyajian tersebut membuat informasi hasil survei dapat dilihat secara lebih ringkas dan membantu pengguna memperoleh gambaran umum mengenai kondisi persampahan di Desa Sembojo.
Keberadaan dashboard juga diharapkan dapat mempermudah perangkat desa dalam melihat informasi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah tanpa harus membaca keseluruhan hasil pendataan secara manual. Data yang telah dikumpulkan dapat digunakan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program pengelolaan sampah berikutnya. Dengan adanya penyajian berbasis data, keputusan yang diambil diharapkan dapat lebih menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Salah satu fitur yang terdapat dalam dashboard adalah filter berdasarkan RT. Fitur tersebut memungkinkan perangkat desa untuk melihat kondisi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah dengan lebih jelas. Pengguna dapat memilih RT tertentu sehingga informasi yang ditampilkan akan menyesuaikan dengan wilayah yang ingin dilihat. Dengan demikian, kondisi antar-RT dapat dibandingkan dan dipahami dengan lebih mudah. Fitur ini juga dapat membantu mengidentifikasi wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam aspek tertentu, misalnya pemilahan sampah maupun layanan pengangkutan.
Dashboard juga dilengkapi dengan QR Code yang memudahkan perangkat desa untuk mengaksesnya kembali. Penggunaan QR Code dipilih agar akses terhadap dashboard dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui perangkat yang digunakan sehari-hari. Selain itu, dashboard dapat diperbarui apabila terdapat pendataan baru. Artinya, informasi yang tersedia tidak hanya digunakan untuk menggambarkan kondisi pada saat survei dilakukan, tetapi dapat terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi masyarakat. Pembaruan data secara berkala menjadi penting agar dashboard tetap relevan dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Setelah proses pengumpulan dan pengolahan data selesai, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro mempresentasikan dashboard tersebut kepada perangkat Desa Sembojo pada 31 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan proses pendataan yang telah dilakukan, hasil survei yang diperoleh, serta informasi yang tersedia dalam dashboard. Penjelasan juga mencakup cara menggunakan fitur filter berdasarkan RT dan cara mengakses dashboard melalui QR Code yang telah disediakan.
Presentasi tersebut menjadi bagian dari penyerahan hasil program kepada pihak desa. Melalui kegiatan ini, perangkat desa tidak hanya menerima hasil akhir berupa dashboard, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai sumber data dan cara pemanfaatannya. Dengan demikian, dashboard diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh perangkat desa setelah pelaksanaan KKN selesai. Keberadaan dashboard juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi sederhana dalam membantu penyajian data persampahan di tingkat desa.
Melalui program Multidisiplin 1 ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berupaya menghadirkan hasil pendataan yang dapat digunakan secara langsung oleh Desa Sembojo. Dashboard yang telah dibuat diharapkan dapat membantu perangkat desa memahami kondisi persampahan di wilayahnya sekaligus menjadi bahan dalam menentukan langkah pengelolaan sampah selanjutnya. Informasi yang tersaji juga dapat menjadi gambaran awal untuk melihat kebutuhan masyarakat dan potensi pengembangan program persampahan di masa mendatang.
Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah tampilan digital, program ini juga mendorong pemanfaatan data dalam proses pengelolaan lingkungan di tingkat desa. Data yang dikumpulkan dari masyarakat dapat menjadi dasar untuk memahami permasalahan secara lebih nyata, sementara dashboard berfungsi sebagai media untuk menyajikan informasi tersebut secara sederhana dan mudah digunakan. Dengan adanya data yang lebih terstruktur, pihak desa dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi persampahan di setiap wilayah.
Pemanfaatan dan pembaruan data secara berkala juga dapat dilakukan agar dashboard tetap relevan dengan kondisi terbaru di masyarakat. Apabila pada waktu mendatang dilakukan pendataan tambahan, informasi tersebut dapat dimasukkan dan digunakan untuk memperbarui gambaran kondisi persampahan desa. Dengan demikian, dashboard tidak berhenti sebagai hasil akhir dari kegiatan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan Desa Sembojo.
Melalui pemanfaatan Dashboard Pengelolaan Sampah Desa Sembojo, diharapkan pengelolaan sampah dapat semakin diarahkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Data yang tersedia dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi perangkat desa dalam merancang langkah pengelolaan sampah yang lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, program Multidisiplin 1 ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Sembojo sekaligus mendukung upaya mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.