Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

Jaga Kesehatan Mental Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Ibu Hamil di Desa Karanggeneng

Diterbitkan pada 20 Aug 2026

← Beranda
Jaga Kesehatan Mental Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Ibu Hamil di Desa Karanggeneng

Batang, 15 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro menggelar program penyuluhan kesehatan mental bagi ibu hamil di Posyandu Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar para ibu hamil yang rutin memeriksakan kandungan di posyandu setempat, dengan tujuan mempersiapkan mereka secara psikologis dalam menjalani masa kehamilan hingga persalinan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat desa terhadap pentingnya aspek kesehatan mental yang selama ini kerap luput dari perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil.

Kegiatan penyuluhan ini digagas atas dasar kesadaran bahwa kehamilan bukan hanya membawa perubahan fisik semata, tetapi juga memicu perubahan emosi dan psikologis yang cukup signifikan bagi seorang ibu. Fluktuasi hormon selama masa kehamilan kerap memengaruhi suasana hati, tingkat kecemasan, hingga cara pandang seorang ibu terhadap dirinya sendiri maupun proses kehamilan yang sedang dijalani. Kondisi mental yang kurang stabil selama kehamilan, apabila tidak ditangani dengan baik, berpotensi memengaruhi kesejahteraan ibu maupun perkembangan janin yang dikandungnya. Berbagai penelitian kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa stres berkepanjangan pada ibu hamil dapat berdampak pada pertumbuhan janin, pola tidur ibu, hingga kesiapan menghadapi proses persalinan.

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya isu tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip berinisiatif menyusun materi edukasi mengenai kesehatan mental ibu hamil dalam bentuk leaflet yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. Leaflet ini dirancang dengan bahasa yang sederhana, dilengkapi ilustrasi yang komunikatif, sehingga informasi yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh para ibu hamil meskipun mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Pemilihan media leaflet juga didasarkan pada pertimbangan bahwa materi tersebut dapat dibawa pulang oleh peserta, sehingga dapat dibaca ulang dan dijadikan pengingat di rumah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan sejumlah materi penting yang disusun secara sistematis. Pertama, mereka menjelaskan alasan mengapa kesehatan mental perlu dijaga selama masa kehamilan, termasuk dampaknya terhadap kondisi fisik ibu dan tumbuh kembang janin. Kedua, materi mengenai peran suami dan keluarga dalam mendukung kondisi psikologis ibu hamil turut menjadi sorotan utama, mengingat dukungan sosial dari orang-orang terdekat memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas emosi seorang ibu selama masa kehamilan. Ketiga, mahasiswa juga membagikan cara-cara sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari untuk menjaga kesejahteraan mental, seperti melakukan relaksasi ringan, berbagi cerita dengan pasangan atau keluarga, menjaga pola istirahat yang cukup, serta tidak ragu untuk mencari bantuan profesional apabila diperlukan.

Penyuluhan ini disampaikan secara langsung dan interaktif di lingkungan Posyandu Desa Karanggeneng, sehingga para ibu hamil yang hadir dapat berdiskusi dan bertanya secara terbuka mengenai kondisi yang mereka alami selama masa kehamilan. Pendekatan interaktif ini dipilih agar peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga aktif terlibat dalam sesi tanya jawab, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman pribadi masing-masing peserta. Mahasiswa KKN juga berupaya menciptakan suasana yang hangat dan tidak menghakimi, agar para ibu hamil merasa nyaman untuk terbuka mengenai perasaan dan kekhawatiran yang selama ini mungkin jarang mereka ungkapkan.

Antusiasme para ibu hamil terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan berlangsung. Sebagian besar ibu hamil yang hadir mengaku baru menyadari bahwa perubahan emosi yang mereka rasakan selama kehamilan, seperti mudah tersinggung, cemas berlebihan, atau perasaan sedih tanpa sebab yang jelas, merupakan hal yang wajar terjadi. Meski demikian, para peserta juga diingatkan bahwa kondisi tersebut tetap perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius, seperti kecemasan berlebih (anxiety disorder) atau bahkan depresi pasca-persalinan (postpartum depression) yang dapat berdampak jangka panjang, baik bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan.

Selama sesi diskusi, beberapa ibu hamil turut membagikan pengalaman pribadi mereka mengenai perubahan emosi yang dirasakan selama kehamilan. Sebagian dari mereka mengungkapkan bahwa mereka sering merasa cemas menjelang persalinan, terutama bagi yang baru pertama kali mengandung. Kehadiran mahasiswa KKN sebagai fasilitator dalam sesi ini memberikan ruang bagi para ibu hamil untuk merasa didengar dan tidak sendirian dalam menghadapi berbagai perasaan yang muncul selama masa kehamilan.

Gambar Artikel


Melalui kegiatan penyuluhan ini, ibu hamil di Desa Karanggeneng menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental selama masa kehamilan, sekaligus mengetahui langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga stabilitas emosi mereka. Selain itu, para ibu hamil juga semakin menyadari bahwa dukungan dari suami dan keluarga memiliki peran besar dalam menjaga kondisi psikologis ibu selama masa kehamilan berlangsung. Kesadaran ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang lebih suportif, di mana suami dan anggota keluarga lain turut aktif memperhatikan kondisi emosional ibu hamil, bukan hanya berfokus pada aspek fisik semata.

Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, program ini juga menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus wujud implementasi ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan nyata. Melalui program KKN ini, mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan antara pengetahuan akademis dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan mental yang masih sering dianggap tabu di sebagian kalangan masyarakat pedesaan.

Bidan maupun kader kesehatan setempat turut menyambut baik pelaksanaan program ini. Kehadiran mahasiswa KKN dengan program penyuluhan kesehatan mental dinilai mampu melengkapi layanan kesehatan fisik yang selama ini menjadi fokus utama kegiatan posyandu, seperti pemeriksaan kehamilan rutin dan pemberian imunisasi. Dengan adanya edukasi tambahan mengenai kesehatan mental, diharapkan pelayanan kesehatan ibu hamil di Desa Karanggeneng dapat menjadi lebih menyeluruh dan komprehensif, mencakup aspek fisik sekaligus psikologis.


Gambar Artikel

Program ini diharapkan dapat memberikan bekal jangka panjang bagi ibu hamil di Desa Karanggeneng, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga sebagai kebiasaan yang terus diterapkan demi kesehatan mental dan fisik yang lebih baik menjelang persalinan. Mahasiswa KKN Tim II Undip berharap, melalui leaflet yang telah dibagikan, para ibu hamil dapat terus mengingat dan menerapkan informasi yang telah disampaikan, bahkan setelah program KKN selesai dilaksanakan. Leaflet tersebut juga diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi kader posyandu dalam memberikan edukasi serupa kepada ibu hamil lainnya di masa mendatang.

Kegiatan penyuluhan kesehatan mental bagi ibu hamil di Posyandu Desa Karanggeneng ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program-program yang bersifat fisik, tetapi juga melalui edukasi yang menyentuh aspek kesejahteraan psikologis. Dengan sinergi antara mahasiswa, kader posyandu, dan masyarakat setempat, diharapkan kesehatan ibu hamil di Desa Karanggeneng dapat terus meningkat, baik dari segi fisik maupun mental, demi menyongsong generasi penerus yang lebih sehat dan berkualitas.

Penulis: Andi Adinda Putri Haniifa
Editor: Info Tembalang