Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

KKN UNDIP Desa Kwigaran Bersinergi Perkuat Kapasitas Keluarga & Masyarakat melalui Edukasi Berbasis Potensi Lokal

Diterbitkan pada 22 Aug 2026

← Beranda
KKN UNDIP Desa Kwigaran Bersinergi Perkuat Kapasitas Keluarga & Masyarakat melalui Edukasi Berbasis Potensi Lokal
Kwigaran, Agustus 2026 - Program kerja multidisiplin KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Desa Kwigaran kembali hadir dengan mengusung tema besar “Penguatan Kapasitas Keluarga dan Kelompok Masyarakat Desa Kwigaran melalui Edukasi Berbasis Potensi Lokal sebagai Upaya Mendukung Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan”. Sepuluh mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan berkolaborasi merancang rangkaian edukasi yang menyasar keluarga, kelompok PKK, hingga kader posyandu, dengan harapan pengetahuan yang dibagikan dapat terus dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat jauh setelah masa KKN berakhir.

Dua Output Utama: Buku Saku dan Papan Informasi
Gambar Artikel


Program ini menghasilkan dua output utama yang saling melengkapi. Pertama, Buku Saku berjudul “Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Kwigaran Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan”, yang memuat rangkuman materi dari seluruh kegiatan edukasi, mulai dari gizi keluarga, komunikasi positif, pengelolaan keuangan syariah, kesadaran hukum, hingga berbagai template dan worksheet praktis yang dapat digunakan masyarakat kapan saja. Kedua, Papan Informasi yang dipajang secara permanen di Balai Desa Kwigaran, yang memuat output dari Program Multidisiplin 2 serta berbagai program sosial kemasyarakatan (sosmas) yang telah dilaksanakan sebelumnya, seperti poster dan infografis, sehingga masyarakat yang berkunjung ke balai desa dapat langsung melihat dan membaca rangkuman kegiatan KKN tanpa perlu mengakses versi digital. Perancangan hingga pemasangan papan informasi ini dikerjakan oleh mahasiswa bidang Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.


Sepuluh Bidang Ilmu, Beragam Peran, Satu Arah Tujuan
Dari sisi ketahanan pangan, mahasiswa bidang Akuakultur mengajak kelompok PKK dan kader posyandu berdiskusi mengenai pola konsumsi pangan bergizi berbasis potensi lokal, mulai dari pentingnya asupan protein hewani, pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar, hingga cara menyusun menu keluarga yang sederhana namun tetap bergizi.

Isu ketahanan keluarga turut menjadi perhatian melalui Workshop Komunikasi Positif Orang Tua dan Anak yang digagas mahasiswa bidang Psikologi bagi orang tua siswa PAUD Kenanga II di Desa Kwigaran. Kegiatan ini diisi dengan psikoedukasi, role play komunikasi orang tua-anak, aktivitas pohon komunikasi, serta diskusi studi kasus, sebagai upaya membekali orang tua dengan pola komunikasi yang lebih sehat dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Aspek literasi keuangan keluarga dikupas dari tiga sudut pandang yang saling melengkapi. Mahasiswa bidang Ekonomi Islam mengadakan kajian interaktif mengenai pengelolaan keuangan keluarga berbasis nilai syariah bagi tokoh masyarakat perempuan, mencakup penentuan prioritas kebutuhan hingga perencanaan keuangan menurut prinsip Islam. Sejalan dengan itu, mahasiswa bidang Akuntansi Perpajakan membekali perwakilan PKK dari tiga dusun dengan keterampilan menyusun anggaran bulanan melalui simulasi langsung, sementara mahasiswa bidang Matematika melengkapi dengan pendampingan worksheet numerasi keluarga agar peserta lebih terampil menghitung pengeluaran, tabungan, dan target keuangan secara praktis.

Untuk mendukung tertib administrasi kependudukan, mahasiswa bidang Hukum melakukan penyuluhan door to door mengenai pentingnya Kartu Identitas Anak (KIA) kepada keluarga yang belum memilikinya, sementara mahasiswa bidang Administrasi Publik melanjutkan dengan pendampingan langsung seputar persyaratan dan alur pengurusan dokumen tersebut, sehingga keluarga tidak hanya memahami pentingnya KIA tetapi juga mengetahui langkah konkret untuk mengurusnya.
Sementara itu, penguatan kelembagaan desa dijalankan oleh mahasiswa bidang Ilmu Pemerintahan melalui Focus Group Discussion bertajuk “Peran PKK dalam Mendukung Pembangunan Desa”, yang mempertemukan pengurus PKK untuk saling bertukar pandangan dan menyusun rekomendasi tindak lanjut guna memperkuat sinergi antara PKK dan pemerintah desa.

Seluruh materi dari kesepuluh bidang keilmuan tersebut kemudian dirangkum dan dikemas oleh mahasiswa bidang Ilmu Perpustakaan, yang berperan sebagai koordinator penyusunan Buku Saku, mulai dari kurasi informasi, penyuntingan, hingga desain media agar isinya mudah dipahami masyarakat.


Pelaksanaan Program Mendorong Keterlibatan Aktif Masyarakat 
Pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat selama kegiatan berlangsung. Setiap bidang keilmuan menyesuaikan bentuk edukasi dengan karakteristik kelompok sasaran dan kebutuhan yang ditemukan di Desa Kwigaran. Materi disampaikan melalui berbagai metode, seperti psikoedukasi, diskusi, simulasi, role play, pendampingan lembar kerja, hingga kegiatan yang bersifat interaktif. Pendekatan tersebut digunakan agar informasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi dapat lebih mudah dikaitkan dengan situasi yang ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam setiap rangkaian kegiatan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, mendiskusikan permasalahan yang dihadapi, serta mencoba menerapkan informasi yang diperoleh melalui aktivitas yang telah disiapkan. Misalnya, pada kegiatan komunikasi positif, orang tua tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mempraktikkan cara berkomunikasi melalui role play dan merefleksikan pola komunikasi keluarga melalui aktivitas Pohon Komunikasi Keluarga. Pada kegiatan pengelolaan keuangan, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mencoba menyusun anggaran dan melakukan perhitungan melalui worksheet. Hal ini membuat proses edukasi lebih dekat dengan kebutuhan dan pengalaman masyarakat.


Sinergi antarmahasiswa dari sepuluh bidang keilmuan menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Multidisiplin 2. Setiap bidang membawa perspektif yang berbeda, tetapi seluruh materi diarahkan pada tujuan yang sama, yaitu memperkuat kapasitas keluarga dan kelompok masyarakat. Perbedaan keilmuan tersebut kemudian saling melengkapi, mulai dari aspek kesehatan dan keluarga, psikologis, ekonomi, hukum, pemerintahan, administrasi, hingga literasi informasi. Dengan demikian, edukasi yang diberikan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi rangkaian pengetahuan yang dapat mendukung masyarakat dalam menghadapi berbagai kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Keberadaan Buku Saku dan Papan Informasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan manfaat program setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN. Buku Saku dirancang sebagai media yang dapat dibaca kembali oleh masyarakat, sedangkan Papan Informasi ditempatkan di Balai Desa agar informasi hasil kegiatan dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas. Dengan adanya kedua media tersebut, hasil edukasi tidak hanya tersimpan sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi dapat menjadi sumber informasi yang tetap tersedia dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kwigaran.


Menuju Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan
Melalui dua output tersebut, Buku Saku dan Papan Informasi, seluruh pengetahuan yang telah dibagikan sepanjang program dapat terus diakses masyarakat secara mandiri, baik lewat kunjungan ke balai desa maupun kapan saja melalui buku saku dan barcode yang sudah disisipkan. Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan, program ini menjadi wujud nyata bagaimana sepuluh bidang keilmuan dapat bersinergi menjawab satu kebutuhan yang sama: bagaimana kapasitas keluarga dan kelompok masyarakat Desa Kwigaran dapat terus dikuatkan melalui edukasi berbasis potensi lokal, menuju desa yang semakin mandiri dan berkelanjutan.

Dengan adanya media yang dapat digunakan kembali, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakses informasi secara mandiri tanpa bergantung pada keberadaan mahasiswa KKN. Keberlanjutan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjadikan kegiatan edukasi tidak hanya sebagai program selama masa KKN, tetapi sebagai bekal yang dapat terus dimanfaatkan dalam kehidupan masyarakat Desa Kwigaran. 


- KKN Reguler Tim II Desa Kwigaran Universitas Diponegoro Tahun 2026 - Kwigaran Maju, Guyub Berkarya, Sejahtera Bersama -